Rabu, 23 Januari 2019

Obrolan Ringan


2 ISTRI 1 ANAK
Udin      :  Mas Aji, Saya punya pendapat hebat untuk pengendalian penduduk
Aji          :  Pendapatmu apa Mas Udin
Udin      :  Sederhana, program KB sekarang khan cukup 2 anak khan?
Aji          :  Iya memangnya terus bagaimana?
Udin      :  Kalau usulan saya, program KB dengan 1 anak, tapi dengan 2 istri
Aji          :  Wow ...kalau itu pendapat ngawur..!!

IKUT BKB
Penyuluh  KB      : Bu Ima, putranya sekarang berapa?
Bu Ima                  : Baru lima, Pak
Penyuluh KB       : Lho kok baru lima? Itu khan terlalu banyak!
Bu Ima                  : Tidak Bu, kata suamiku itu masih terlalu sedikit
Penyuluh KB       : Maksudnya..??
Bu Ima                  : Rencana kami minimal 10
Penyuluh KB       : Kok bisa?
Bu Ima                  : Suamiku bilang, kita harus ikut BKB
Penyuluh KB       : itu Khan Bina Keluarga Balita, bagus itu!
Bu Ima                  : Bukan..!! Maksudnya Bina Keluarga Besar!
Penyuluh KB       : Suamimu itu ngaawuur...!!

PERKAWINAN SEJENIS
Guru      :  Kamu Dito, sebutkan cara mengendalikan laju pertumbuhan penduduk?
Dito       :  Dengan mendewasakan usia nikah
Guru      :  Bagus...! Kamu Putri, ada cara lain yang lebih efektif?
Putri      :  Ikut KB, Pak
Guru      :  Okey.... kalau menurutmu Ujik?                  
Ujik        :  Perkawinan sejenis, Pak?
Guru      :  Wah...ini ide gila... tapi logikanya benar juga!!

KB PALING ENAK
Papa     :  Ma, menurutmu, apa KB yang paling enak?
Mama   :  Kondom, Pa
Papa      :  Memangnya kenapa? Itu khan mengurangi sensasi
Mama   :  Tapi itu yang memberi banyak pilihan lho Pa
Papa     :   Maksudnya?
Mama  :   Pilihan aroma....ada stroberi, pisang, coklat dsb
Papa     :   Siip Ma, aku juga suka...!!

Selasa, 22 Januari 2019




Pembinaan Lengkap PKB Januari 2019







Siswa Bosa Yogyakarta Live In Kampung KB Tegiri 2

Kampung KB Kroco Ajang Studi Banding


Pembinaan RR di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Temon




Dinas PMD Dalduk KB Dalami Aplikasi SIGA



Kunjungan Pembinaan ke Balai Penyuluhan KB


Pembinaan Pada THL Balai Penyuluhan KB

Majalah Cermin Edisi 2 Terbit


Majalah Cerita Mini (Cermin) Keluarga  Edisi 2  Tahun 2018 yang diproduksi oleh Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Kulon Progo telah terbit. Majalah yang banyak menginformasikan kegiatan para Penyuluh KB dalam rangka Membangun Keluarga Sejahtera  serta artikel dan profil ini nantinya akan dibagikan pada para kader KB di 12 Kecamatan dan stakeholder terkait sebagai bahan KIE atau penambah wawasan tentang program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK).
Menurut Pemimpin Umum Majalah Cermin Keluarga, Nurhadi Yuwono, SH, majalah cermin di Edisi 2 ini banyak bercerita tentang kegiatan Hari Ibu Ke-90 Tahun 2018 Kabupaten Kulon Progo dan HKG Kesatuan Gerak PKK KKBPK Kesehatan Tahun 2018 di mana Kabupaten Kulon Progo yang diwakili Desa Sendangsari mendapat Predikat Juara III Tingkat DIY. Selain itu tentang  pembinaan terhadap Tenaga Harian Lepas (THL) yang akan membantu pelaksanaan tugas-tugas administratif Penyuluh KB. Artikel yang diangkat dalam edisi ini tentang Devinfo dan Manfaatnya dalam Pengembangan Program KKBPK. Sementara untuk hiburan diisi dengan peristiwa unik, obrolan ringan, pantun dan puisi.
Tim redaksi yang mengumpulkan, mengolah dan menyajikan beragam berita dan hiburan terdiri dari Dra. Siti Sundari, Kasriyati, SPd, MM, Drs. Andang Muryanta, Purwanto, Dra Numah Fatkhiyati, Ir. Sudarmi, Samsudin SS, Dra. Dwi Rahayu, Dra. Suprihatin dan M Sujud Ismawan, SE. Lay out digarap oleh BS Wasita Dewi, SE, Mugiyadi dan David Kurniawan, SPd.
Bagi masyarakat yang ingin menyumbangkan tulisan ke Majalah Cermin dapat mengirim tulisan lewat email cerminkeluarga@gmail.com atau dikirim langsung ke redaksi di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Pengasih, Temon, Sentolo atau Wates. Tulisan yang dikirim dapat berwujud berita, artikel, profil dll yang khusus untuk berita dilengkapi foto-foto pendukung

Senin, 21 Januari 2019

Kampung KB Kroco Ajang Studi Banding


Kampung KB Pedukuhan Kroco, Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulon Progo menjadi ajang studi banding para pengelola program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dari Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana Kota Yogyakarta, Sabtu (19/1). Mereka datang berombongan sebanyak 300 orang dibawah koordinator  Plt Ka Dinas Pengendalian Penduduk dan KB  Eny Retnowati, SH  dengan menggunakan 9 minibus. Turut hadir dalam kunjungan studi banding tersebut Camat Gedongtengen Tauhid SIP, MSi, Ketua IPeKB Kota Budi Harianto, Penyuluh KB Dra. Siti Bani  Ndaru dan dari unsur  lintas sektor.
Rombongan peserta studi banding diterima Camat Pengasih Ir. Aspiyah, MSi, Ka Bidng Pengendalian Penduduk drs. Mardiya, Ka Bidang Keluarga Berencana Siti Sholikhah, AM Keb, SKM, MPH, Ka Seksi Jaminan Kesertaan KB Hilda Pramudawardhani, SH,  Kades Antar Waktu Suhadi, Ktua Pokja Kampung KB Slamet Supriyono, SSi dan Koordinator  PKB Kecamatan Pengasih Ir. Sudarmi serta para pengurus Kampung KB dan kader Intitusi Pedesaan (IMP). Penerimaan dipusatkan di Balai Dusun (Bantala Abyudaya Kroco) dengan acara seremonial yang didahului dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars KB dilanjutkan ucapan selamat datang oleh Camat Pengasih dan sambutan dari pihak peserta studi banding. 
Acara dilanjutkan dengan paparan dari Ketua Pokja Kampung KB Kroco dan tanya jawab dengan peserta studi banding sebelum melakukan kunjungan ke pusat kerajinan Sabut Kelapa di rumah Bapak Sumadi, bank Sampah Dhuawar Sejahtera, Rumah Data Kependudukan di Pedukuhan Ngramang, Desa Kedungsari dan ke Pusat Pembuatan Jamu PT Naturindo di wilayah Desa Sendangsari. 
Dalam rangka memeriahkan penyambutan peserta studi banding yang terdiri dari kader IMP (PPKBD, Sub PPKBD dan Klompok KB=KS), Fapsedu, Babinsa, Babinkamtibmas, lintas sektor, Duta Genre, PKB dan lain-lain, Pokja Kampung KB menggelar bazar dengan aneka ragam produk mulai dari makanan dan minumn ringan hingga produk=produk kerajinan.

Sabtu, 19 Januari 2019

Pembinaan RR di Balai Penyuluhan KB Kecamatan Temon


Di tengah terik matahari yang membakar, Kamis (17/1) siang, Ka Bidang Pengendalian Penduduk Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo Drs. Mardiya bersama Ka Seksi Pengendalian Penduduk dan Informasi Irawan Sarjuni, SST meluncur ke Balai Penyuluhan KB Kecamatan Temon guna melakukan pembinaan tentang pencatatan pelaporan  program KKBPK melalui aplikasi  Sisstem Informasi Keluarga (SIGA). Mereka disambut oleh Koordinator PKB Kecamatan Temon, Dra. Siti Sundari dan Penyuluh KB setempat Sumiyati, SE serta Tenaga Harian Lepas (THL) dari Balai Penyuluhan KB Kecamatan Temon.
Dalam arahannya, Drs. Mardiya menyatakan ketersediaan data yang valid, up to date dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi kebutuhan yang mendesak sebagai bahan penentuan kebijakan serta evaluasi hasil pelaksanaan program agar lebih terukur. Data yang valid dan up to date menjadi syarat mutlak agar kebijakan pembangunan Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) yang diambil pada tahun 2019 ini dapat lebih terarah dan tepat sasaran. Dengan demikian dalam pelaksanaannya program dan kegiatan yang diluncurkan akan benar-benar memiliki daya dongkrak terhadap kinerja atau capaian hasil serta bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara Irawan Sarjuni, SST menyatakan pentingnya Penyuluh KB menyediakan seluruh data basis yang dibutuhkan dalam pengembangan program KKBPK, dan ini harus dientri dalam aplikasi SIGA. Data mendesak yang dibutuhkan antara lain data Pasangan Usia Subur (PUS) dan kesertaan KB nya, termasuk berdasarkan kelompok umur. Kemudian data klinik, data kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), serta data kelompok kegiatan baik itu Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) maupun data Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R).
Atas dasar itu, Irawan Sarjuni menyarankan Penyuluh KB dengan dibantu THL segera merencanakan sekaligus melaksanakan tahapan untuk validasi data ini agar diawal Tri Wulan pertama ini data yang tersedia sudah benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Jumat, 18 Januari 2019

Dinas PMD Dalduk KB Dalami Aplikasi SIGA


Dalam rangka meningkatkan akurasi dan validitas data Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), Dinas PMD Dalduk dan Keluarga yang diwakili Ka Bidang Pengendalian Penduduk Drs. Mardiya dan Ka Seksi Pengendalian Penduduk dan Informasi Irawan Sarjuni, SST melakukan pendalaman Aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA) berbasis Teknologi Informasi  dan Komunikasi (TIK) dengan Ka Sub Bid Data dan Informasi Perwakilan BKKBN DIY Dra. Niken Wijayanti, MA, Rabu (16/1).
Dalam acara yang diikuti staf Pengendalian Penduduk dan Informasi Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo, Rochman, tersebut, Drs. Mardiya mengungkapkan niat Kulon Progo untuk meningkatkan akurasi dan validitas data program KKBPK agar dapat digunakan sebagai bahan perencanaan dan evaluasi capaian program yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya karena dapat dirunut hingga by name by address. Misalnya masalah PUS dan  kesertaan KB, dapat dirunut siapa namanya dan alamat detilnya di mana. Juga kontrasepsi apa yang digunakan, kapan mulai menggunakan hingga informasi apa penyebabnya bila tidak KB. Sudah barang tentu ada informasi yang akurat pula tentang umur isteri, umur suami, nama suami, berapa jumlah anaknya dan sebagainya.
Mengingat aplikasi SIGA agar dapat berfungsi optimal membutuhkan banyak data terkait dengan tempat pelayanan KB, hasil layanan KB dan kegiatan pendukungnya (BKB, BKR, BKL, UPPKS, PIK R) serta informasi keluarga/PUS lainnya, maka langkah awal yang harus disiapkan adalah menyiapkan data manual/laporan yang berkaitan dengan hal tersebut di atas untuk kemudian dapat dientri dalam aplikasi SIGA. 
untuk mewujudkan ini semua memang membutuhkan waktu, tapi itu harus dilakukan oleh Kulon Progo agar ke depan tidak ada keraguan atas validitas data yang dimiliki. Dan ini akan dapat dijadikan alat ukur yang efektif terhadap hasil kerja selama ini baik dalam pencapaian akseptor baru, akseptor aktif maupun hasil-hasil pembinaan terhadap kelompok kegiatan pendukung program KKBPK seperti BKB, BKR, BKL, PIK R maupun kelompok UPPKS.

Rabu, 16 Januari 2019

Pembinaan Lengkap PKB Januari 2019


Bertempat di Ruang Pertemuan Dinas, Jalan Sugiman, Margosari, Pengasih sebanyak 45 Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dari 12 kecamatan mendapat pembinaan dari Ka Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas PMD Dalduk dan KB) Kabupaten Kulon Progo,  Sudarmanto, SIP, MSi dan Pejabat Eselon III dan IV Bidang Pengendalian Penduduk di bawah koordinasi Drs. Mardiya dan Bidang Keluarga Berencana dibawah koordinasi Siti Sholikhah, Am.Keb, SKM, MPH, Selasa (15/1). Pembinaan difokuskan pada masalah validasi data dan upaya untuk mencapai penghargaan Anugerah Kencana 
Dalam sambutannya Sudarmanto, SIP, MSi menyatakan bahwa dari sisi hasil kerja, di tahun 2018 hasilnya jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun 2017. Setidaknya dilihat dari capaian PB nya telah terjadi peningkatan capaian PB dari 39,20 persen menjadi 70,59 persen. Hal ini harus  diikuti dengan upaya validitas data agar hasil capaian baru tersebut memiliki kontribusi yang signifikan terhadap capaian Peserta KB Aktif. 
Selanjutnya, Ka Bidang Pengendalian Penduduk, Drs. Mardiya, menyampaikan materi tentang Anugerah Kencana yang pada dasarnya harus dicapai oleh Kabupaten Kulon Progo. Anugerah Kencana ini bila nantinya dapat dicapai, akan melengkapi capaian prestasi berupa Manggala Karya Kencana yang telah diterima oleh Bupati Kulon Progo pada tahun 2014 lalu yang diterimakan pada Puncak Acara Harganas XXI Tahun 2014 di Surabaya.
Sementara Ka Bidang Keluarga Berencana Siti Sholikhah menyampaikan materi tentang capaian Peserta KB Baru dan Aktif di Kabupaten Kulon Progo. Diharapkan Penyuluh KB memiliki catatan PUS dan Kesertaan KB serta alasan bila tidak menjadi peserta KB. Juga disampaikan tentang pelayanan KB MOP di RS Nyi Ageng Serang. 
Sedangkan Kasi Ketahanan Kesejahteraan Keluarga Rustopo, SKM, MPH dan Kasi Jaminan Kesertaan KB Hilda Pramudawardhani, SH  menyampaikan materi tentang terkait Kegiatan Tri Bina dan UPPKS serta PIK R dan BPJS.

Selasa, 15 Januari 2019

Siswa Bosa Yogyakarta Live In Kampung KB Tegiri 2

Sebanyak 271 siswa kelas X Bahasa, MIPA dan IPS SMA Bopkri 1 Yogyakarta  selama  tiga hari, Kamis, Jumat dan Sabtu (10-12/1/2019) melakukan kegiatan Live In di Kampung KB Tegiri 2, Desa Hargowilis Kecamatan Kokap. Mereka yang dibagi dalam puluhan kelompok kecil  dan didampingi oleh wali kelas ini tinggal bersama warga setempat ini melakukan berbagam kegiatan seperti kerja bakti, menyelenggarakan pasar murah, pertemuan lansia, membantu kegiatan Posyandu dan lain-lain. 
Rombongan siswa yang dipimpin Ka SMA Bopkri 1 Yogyakarta Drs. Andar Rujito ini diterima di balai Pedukuhan Tegiri 2 oleh Ketua I dan II Pokja Kampung KB Tegiri 2 Dalijan (Kades Hargowilis) dan Bejo (Dukuh Tegiri 2) serta para pengurus lainnya (sekretaris, Bendahara dan Ketua Kelompok Kegitan). Dalam kesempatan juga hadir Koordintor Penyuluh KB Kecamatan Kokap,  Samsudin, SS dan para induk semang yang akan ditinggali sementara oleh para siswa.
Menurut Drs. Andar Rujito, kegiatan Live In merupakan kegiatan yang dirancang oleh SMA Bopkri 1 Yogyakarta untuk memberikan pengalaman baru bagi para siswa yang diharapkan menumbuhkan empati dengan cara berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda status sosial, ekonomi dan budayanya dalam kehidupan nyata. Dengan demikian siswa akan memiliki kepekaan sosial, meningkatkan hardiness, resiliensi, dan membentuk karakter positif pada siswa.

Sabtu, 12 Januari 2019

Kunjungan Pembinaan ke Balai Penyuluhan KB

Terhitung mulai Selasa, 8 Januari 2019 hingga Jumat, 11 Januari 2019, Bidang Pengendalian Penduduk Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo dibawah kendali Drs. Mardiya melakukan kunjungan pembinaan ke Balai Penyuluhan KB se Kabupaten Kulon Progo dengan sasaran Penyuluh KB dan Tenaga  Harian Lepas (THL)  Pramusaji dan Keamanan. Kunjungan pembinaan difokuskan pada Pencatatan dan Pelaporan yang selama ini dari sisi kualitas dan ketepatan waktu laporan perlu ditingkatkan. 
Kunjungan pembinaan pertam dimulai dari Kecamatan Wates yang dilanjutkan ke Kecamatan Panjatan, Galur, Lendah dan Sentolo. Pada hari berikutnya, kunjungan dilanjutkan ke Kecamatan Girimulyo, Temon dan Kokap, dan pada hari terakhir kunjungan pembinaan diarahkan ke Pengasih, Nanggulan, Klibawang dan Samigaluh. Di lapangan, tim pembina umumnya diterima oleh Koordinator PKB dan Penyuluh KB setempat serta THL Pramusaji dan Keamanan. 
Pada saat kunjungan ke Balai Penyuluhan KB Kcamatan Kokap, tim kabupaten diterima oleh Koordinator PKB Samsudin SS, Penyuluh KB Asmilah dan Dra. Daroyah serta THL Pramusaji dan Keamanan Balai Penyuluhan KB setempat. Dalam arahannya, Drs. Mardiya menyampaikan perlunya penyediaan data yang valid dan terpercaya agar dapat digunakan untuk perencanaan yang lebih tepat sasaran sehingga dapat mendongkrak keberhasilan program KKBPK.  Selain data harus valid, penyajiannya harus tepat waktu agar dapat digunakan untuk evaluasi atas program-program yang dilaksanakan. Di Dinas PMD Dalduk dan KB sudah ada penetapan bahwa laporan rutin untuk program KKBPK sesuai dengan juknis dari Pusat paling lambatTgl 10 setiap bulannya. Itu artinya, Penyuluh KB harus berusaha seoptimal mungkin, waktu yang ditetapkan itu dapat dipatuhi karena bila tidak maka akan merusak mekanisme pelaporan yang berlaku.

Selasa, 08 Januari 2019

Majalah Cermin Edisi I Terbit

Majalah Cermin Edisi I Tahun 2018 yang diproduksi oleh Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IPeKB) Kabupaten Kulon Progo telah terbit di awal bulan Desember 2018. Majalah dengan ketebalan 20 halaman full color ini dibagikan pada OPD Pengampu di Tingkat Kabupaten (Dinas PMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulon Progo), Camat, Kades dan Kader. Harapannya, majalah ini dapat menjadi media informasi bagi stakeholder KB agar selain mengetahui kegiatan yang terkait dengan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) juga bertambah pengetahuan dan wawasannya tentang program KKBPK tersebut.
Di Edisi Pertama ini, Majalah Cermin menurunkan laporan utama tentang Kampung KB dan Penangangan Kasus Stunting di Kulon Progo, serta berita tentang Peringatan Harganas XXV Tahun 2018, Pembinaan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di SMA N 1 Pengasih, Peresmian Rumah Data Kependudukan di Kampung KB Ngramang, Kedungsari, Sosialisasi Ketahanan Keluarga di Banjaroya dan lain-lain. Untuk artikel yang diangkat adalah karya Ngatini, SE tentang Kampung KB Wahana Pemberdayaan Masyarakat. Sementara profil kader KB yang diangkat adalah Heru Mei Yanto, Polisi yang menjadi Motivator KB Pria. sedangkan untuk kolom inetrmezo diisi dengan obrolan ringan, pantun KB dan Lagu Kampung KB
Menurut Ketua IPeKB Kabupaten Kulon Progo, Ir. Sudarmi,  di tahun 2019   Majalan Cermin ini diupayakan akan tetap terbit tri bulanan dan akan menjadi media informasi, komunikasi dan edukasi bagi stakeholder. Berita-berita yang diangkat mencakup 12 kecamatan dan akan memanfaatkan Penyuluh KB dan kader termasuk PIK Remaja sebagai penyumbang berita. Juga artikel, profil, atau untuk mengisi rubrik yang lain.

Jumat, 04 Januari 2019

Pembinaan Pada THL Balai Penyuluhan KB

Sebanyak 12 Tenaga Harian Lepas (THL) Pramusaji dan Keamanan dari 12 Balai Penyuluhan Keuarga Berencana se Kabupaten Kulon Progo yang didamping Penyuluh KB masing-masing, mendapat pembinaan dari pengelola Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Dinas PMD Dalduk dan KB, di Pendopo Komplek Embug Krapyak, Pantog Wetan Banjaroya, Kalibawang, Kamis (3/1). Pembinaan difokuskan pada ketugasan pokok masing-masing dalam rangka mendukung capaian kinerja program KKBPK di masing-masing kecamatan.
Sebelumnya Ka Bidang Keluarga Berencana Siti Sholikhah, AM Keb. SKM, MPH memberikan gambaran umum tentang program KKBPK yang menggarap 5 aspek, mulai Pendewasaan Usia Perkawinan, Pengaturan Kelahiran, Pembinaan Ketahanan Keluarga, Peningkatan Kesejahteraan Keluarga dan Pengelolaan Kependudukan. Juga memberikan informasi tentang OPD yang mengurusi program KKBPK di Tingkat Kabupaten yang pada intinya di kelola oleh Bidang KB dan Pengendalian Penduduk.
Ka Bidang Pengendalian Penduduk memberikan arahan terkait dengan masalah loyalitas, dedikasi, disiplin dan profesionalisme dalam bekerja. Intinya, meskipun berstatus sebagai THL, semua pengelola program KKBPK diminta ikhlas dalam bekerja, jujur, disiplin, dan selalu mengupgrade pengetahuan dan ketrampilannya agar dapat menyesuaikan tuntutan zaman. Jika ada kesulitan dalam bekerja, para THL diminta tidak segan-segan bertanya agar tidak melakukan kesalahan/ kekeliruan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Juga harus rajin berdiskusi dengan Penyuluh KB untuk memperluas pengetahuan dan wawasannya.
Selanjutnya pembinaan teknis diberikan langsung oleh Ka Seksi Pengendalian Penduduk dan Informasi Irawan Sarjuni, SST, Ka Seksi Advokasi dan Penyuluhan Suparjiyah, SIP, serta Ka Seksi Jaminan Kesertaan KB Hilda Pramudawardhani, SH yang menyampaikan ketugasan THL terkait dengan seksi masing-masing.